Pages

Thursday, March 19, 2015

"FILM “IN TIME” GAMBARAN WAKTU ADALAH UANG"



"FILM “IN TIME” GAMBARAN WAKTU ADALAH UANG"
Oleh: Aliza Kusuma
 
            Film yang disutradari oleh Andrew Niccol ini, memang memiliki alur cerita yang sangat unik dan konsep yang baru yang membuatnya berbeda dengan film lainnya. Dalam film ini, digambarkan bahwa setiap manusia, secara tiba-tiba memiliki sebuah jam hidup yang tercantum di lengannya masing-masing yang entah dari mana datangnya. Hal tersebut membuat seluruh transaksi dilakukan dengan menukarkan masa hidupnya tersebut. Ketika masa hidup  mereka telah habis maka dengan sendirinya mereka akan mati.


Film bergenre sci-fi thriller ini menggambarkan perjuangan Will Salas (Justin Timberlake) untuk mempertahankan masa hidupnya. Cerita dimulai saat Will sebagai karakter utama yang tinggal di zona waktu yang disebut Ghettos (tempat masyarakat dengan masa hidup yang rendah) dan dia mulai memberontak dan memberanikan diri menyusup serta menyamar sebagai orang dari New Greenwich. Hal tersebut terjadi setelah Will mendapatkan masa hidup lebih dari seabad dari Henry Hamilton (Matt Bomer), yang ditemui Will saat dia berkunjung ke salah satu bar di Ghettos, dimana saat itu Will menyelamatkan Henry yang berada dalam ancaman Fortis alias Minuteman (Alex Pettyfer). Masuknya Will ke New Greenwhich tercium oleh seorang para Timekeeper dan Raymon Leon (Cillian Murphy) sebagai kepalanya. Sehingga memaksa Will untuk menyandra Sylvia Weis (Amanda Seyfried) anak salah seorang bangsawan di New Greenwhich, demi mempertahankan masa hidupnya.

 “Yang miskin sekarat dan yang kaya abadi”, mungkin itulah kata-kata yang dapat menggambarkan keadaan yang ada dalam film ini. Dimana para bangsawan di New Greenwhich kurang menghargai masa hidupnya dengan berprilaku boros disebabkan oleh masa hidupnya yang berlimpah yang membuatnya hidup cukup lama. Sedangkan Ghettos dimana para masyarakatnya harus benar-benar menghemat masa hidupnya yang sangat sedikit, semua aktivitas dijalankan dengan cepat, dan bahkan banyak mayat berserakan di tempat umum karena mereka tidak dapat mempertahankan masa hidupnya. Hal tersebut tak berbeda jauh dengan kehidupan nyata, dimana banyak masyarakat miskin yang mati dan hidupnya sejahtera karena mereka tidak memiliki uang untuk membeli makanan. Begitu juga dengan orang kaya yang berlimpahkan harta yang hidup secara hedon, yang bersenang-senang tanpa menghiraukan sesamanya yang mati karna ketidak-beradaannya.

No comments:

Post a Comment